Melewatkan banyak waktu yang telah kulalui terasa begitu banyak sesuatu yang baru. Melalui banyak segi terlampoi. Terlalu banyak pula waktu yang kubuang untuk menorehkannya dalam tulisan. bahkan sekedar sebaris kata yang tak kutulis. Semoga melalui sebuah paragraf ini aku masih bisa belari mengejar ketertinggalanku mengumpulkan kata yang terserak untuk kupunguti satu demi satu diantara hiruknya kehidupanku kini
Kayuringin 200905100144
Sesuatu Yang Baru
Posted in 1 on May 10, 2009 by lalukininantiDari Gelap Datangnya Terang
Posted in Sketsa, Though on November 12, 2008 by lalukininantiPosting kedua dari tidur panjang ini aku ingin mengulas mengapa aku pilih warna hitam untuk blogsiteku. Aku masih ingat saat aku ingin berbagi tulisan tentang dunia kerjaku dimasa dan tempat yang telah lalu. Aku jadikan sebagai pilihan. Bahkan nanti aku akan kembali mengisinya saat ada waktu luang. Saat ada tulisan yang bisa aku bagikan. Sekedar cerita dari pengalaman yang pernah aku jalani. Tapi nanti, tulisan Dariku bisa dilihat disini.
Tematika yang kupilih dari WordPress Warna hitam kupilih karena dari kegelapan aku mendapatkan cahaya yang terang menyinari hari-hariku. Mungkin pernah kita berada dalam suatu tempat yang benar sangat gelap. Mata kita lalu erkedip-kedip mencari penyesuaian dari keterbatasan pandang. Sambil sesekali kita meraba. sambil kita menggunakan indera yang kita miliki. Hampir sempurna. Mata untuk mencoba tetap melihat, meski cahaya hampir tiada. Telinga kita mendengar refleksi dari suara yang dihasilkan disekitar, akibat interaksi gerak motorik sebagian tubuh kita. Kalau-kalau nantinya menumbuk atau menyentuh sesuatu. Indera kulit kita pun terpakai untuk merasakan apa yang berhasil kita sentuh dari meraba kian kemari. Dan hebatnya hati kita ikut terlibat dari keterbatasan yang kita peroleh dan miliki.
Read more »
Akhirnya
Posted in 1 on November 11, 2008 by lalukininantiLama dan sungguh waktu yang sangat panjang lama aku tak menulis postingan. Banyak hal yang mungkin tak bisa untuk ku diskrispsikan dan ku rekonstruksi dalam tulisan. Bahkan aku kehilangan banyak susunan kata, tak bisa lagi merangkai dengan tutur bahasaku sendiri. Bermula dari awal kepergianku sekaligus awal aku menemukan sesuatu yang baru. Indah juga membahagiakanku. Meski sesungguhnya dia tak perlu kutemukan dengan beranjak. Ataupun juga tak perlu ku menghilangkan jejakku. Namun seperti itulah jalan cerita yang aku coba susun dari selilit memory dikepala ini.
Bila saja aku disuruh memilih untuk membuat tulisan baru tentunya akan lebih memiliki semangat. Tentu akan ada hal yang lebih hebat. Namun bila aku selalu membuat yang baru pasti akan seperti yang sudah dan juga akan kembali aku tak semakin bertambah. Hanya mencipta tanpa pernah menjaga serta memelihara tanpa pernah menyempurnakannya. Demi menjaga keutuhan sebuah blog yang berkelanjutan memang tidak mudah. Kalaupun menemukan sesuatu yang baru aku yakin kiranya tak perlu berubah. seperti yang pernah aku tulis tak perlu berubah, namun berbenah. Merenovasi sambil merefleksikan diri agar keutuhan tulisan, pikiran juga, ide yang pernah terlewatkan tak terbuang. Read more »
Tiba Saatnya
Posted in Uncategorized on June 13, 2008 by lalukininantiAkhirnya kembali sang waktu berbicara. Benar seperti yang pernah singgung dalam beberapa posting. Pasti akan ada sebuah jeda bagiku utnuk jarang mengisi lagi blog miliku ini. Untuk benar mengabaikan rasanya juga tak bisa. Mungkin karena sudah bagai residu dari candu yang megkristal dalam tiap tetes darah ini . Tak bisa kulupakan menulis. Banyak hal yang, terutama dari dunia kerja yang menuntutku untuk bersikap prof. Lebih fokus dengan tenggat waktu juga berbagai macam keinginan dari kepala ini. Tapi meski begitu aku tak menyesal. Terkhir kali juga aku tak mau seperti halnya nasib blogku yang terpaksa dengan gegabah aku hapus. Hanya untuk melupakan sekaligus meluapkan emosi yang tak bisa aku atur.
Read more »
Nilai Lebih Bagi Mungil
Posted in Artikel, Sketsa on April 17, 2008 by lalukininantiPagi tadi aku menyusur jalan perkampungan menuju tempat berkarya,aku langkahkan kaki melalui jalan perkampungan padat rapat yang sesak tak menyisakan halaman rumah. Bertolak belakang dengan daerah asal dimana aku berasal. Yakin dan mantap hari ini aku mampu untuk berusaha mendapatkan sesuatu yang lebih, meski aku merasakan fisik ini terasa kurang mendukung. Lalulintas yang mulai menggeliat ramai dan kuyakin nanti pasti akan macet sepertinya mudah ditebak siapa saja. Memilihku untuk mengambil jalan perkampungan yang meski macet namun ada sisi manusiawi dibanding jalan kota yang tak bersahabat. Sehingga kadang memaksa orang utnuk melupakan bahwa kenyamanan lebih penting dibanding waktu yang tak bersahabat terus berjalan secara pasti. Atau entah mungkin karena mereka berlomba untuk mendapatkan rasa nyaman yang selalu dianggap kurang diusia waktu yang kian terang terik benderang.
Read more »





